PDA

View Full Version : Autoguiding dengan CG-5



pnugroho
23-07-2009, 03:48 PM
Mungkin ini masih terlalu dini untuk diangkat sebagai topik (karena blom ada hasilnya dalam bentuk foto), tetapi saya ingin membuka obrolan seputar setting up autoguiding dengan CG-5 dengan objective untuk dapat melakukan long eksposure astrofotografi.

Seperti yang kita ketahui, sebagus apapun GEM, gearsnya tidaklah perfect. begitu juga dengan polar alignment yang kita lakukan baik secara manual maupun dengan bantuan komputer, dan juga dipengaruhi ada tidaknya mekanisme PEC pada GEM tsb. suatu saat akan ada drift yang terjadi dan ini adalah hal yang ingin dihindari dalam melakukan long eksposure astrofotografi.
Tak terlepas pula untuk CG-5.

Untuk itu saya mencoba secara perlahan membangun interkoneksi antara CG-5, notebook/PC, dan camera autoguiding.

Banyak cara dan mekanisme untuk mengestablish autoguiding, namun saya memilih cara dan dengan perlengkapan dibawah ini:

- CG-5 ASGT melalui RS-232 jack (yang ada dibawah hand controller) bukan melalui ST-4 autoguider port.
- ASCOM platform driver (specific untuk celestron)
- PHD guiding (free software untuk autoguiding)
- webcam/ccd imaging sensor (yang dipasang di guide scope)
- guide scope dengan menggunakan lensa kamera 200mm f/2.8 yang dipasang secara piggyback dengan OTA.

Setelah tersetup, CG-5 mount dapat terkonek dengan notebook/PC dan dapat dikontrol, ini dibuktikan dengan menggunakan NextRemote, dan juga StarryNight yang mampu mengarahkan mount sesuai dengan keinginan/input kita.
PHP guiding juga dapat berkomunikasi dengan CG-5 melalui ASCOM driver. PHP Guiding juga dapat mengenali webcam.
Tinggal dicoba di field.

Di bawah ini adalah item2 yang mungkin bisa menjadi bottleneck pada system:
- webcam. saya hanya menggunakan CMOS webcam biasa. dimana seharusnya yang paling bagus adalah menggunakan CCD karena sensitivitasnya di low light lebih bagus.
- focal length guide scope. dari referensi yang saya baca, FLnya dari guide scope at least 1/3 dari FLnya imaging scope. pada kondisi saya, FL imaging scope adalah 650mm. mestinya bila menggunakan guidescope yang FLnya lebih panjang, hasilnya akan lebih baik dan lebih baik.
- flexture. sedikit banyak akan ada, karena dilakukan secara piggyback, bukan off-axis.

Yang ingin saya ungkapkan disini adalah, bahwa autoguiding kelihatannya bukanlah hal yang terlalu rumit untuk dilakukan.
Cara dan perlengkapan di atas hanyalah salah satu contoh yang mungkin bisa ditempuh. Saya bilang mungkin, karena belum proven bahwa system ini berfungsi sebagaimana mestinya. Belum dicoba, karena kondisi langit malam jakarta yang masih selalu terselimuti awan, dan juga belum tentu interkoneksi diatas akan berfungsi seperti yang saya harapkan.

Mudah2an dalam beberapa waktu kedepan ada update info yang bisa saya share. itung2 sekalian lirak-lirik ccd webcam :D

scopedude
23-07-2009, 06:06 PM
Nah, saya hanya mau input;

guiding scope bisa coba antara ST80 (400mm f/5), atau tabung 80mm f/11 (900mm) tapi akan lucu dipiggyback di atas newtonian. Bila arahnya dengan ccd webcam, mending yang f/5 karena akan lebih mudah mendapatkan bintang. Kalau f/11 redup.

CCD kamera, saya belum pernah coba macam neximage, tapi harusnya bisa kalau bisa diset gain dan shutter speed yang memadai.

Kalau berminat saya ada ST80 ex-display yang bisa dilego dengan harga khusus :p Juga ada 102 Wideview satu unit ex display (500mm f/5).

Kalau setup Mas Pur terlaksana, tinggal jepret 2-3 menit dan ditinggal tidur dah.

pnugroho
28-07-2009, 11:16 AM
Yess...

Tadi malam sejak selepas Isya' hingga lewat jam 02:00 pagi langit sangat bersih tanpa awan. Hari yang tepat untuk melakukan ujicoba autoguiding.

Sebagai info, sebelumnya saya secara indor sudah mencoba untuk mensetup autoguiding system, dan berhasil dengan beberapa catatan:
1. software guiding saya ganti dari PHD guiding menjadi Metaguide.
Hal ini karena saya tidak bisa mendapatkan setting value yang pas, yang dapat mengontrol CG-5. walaupun PHD guiding sukses melakukan calibration process, tetap saja star-nya "tidak mau" ditrack oleh CG-5.
Padahal dari referensi, PHD guiding adalah guiding software yang sangat mudah dan ampuh, dan banyak digunakan di kalangan astrofotografer, yang juga menggunakan CG-5.
2. metaguide memiliki fitur2 yang bagi saya sangat membatu untuk mendapatkan tingkat fokus yang maksimal, disertai dengan grafik yang dapat kita pantau untuk mengetahui guide error dan drifting yang terjadi.
3. lensa kamera yang ditambahi mounting adapter untuk webcam CMOS ternyata ampuh juga sebagai guide scope... dengan aperture f/2.8, saya bisa mendapatkan titik bintang even pada focal length 80mm! Dengan field of view yang lebih lebar ini, pilihan bintang pandu menjadi lebih banyak, walaupun memang ada kekurangannya bahwa tingkat presisi drift checknya jadi menurun.
4. simulasi bintang yang saya gunakan adalah Led merah yang saya bungkus dengan aluminium fuil dengan dilubangi setitik jarum, saya pasang pada CG-3 yang digerakkan motor pada kecepatan sidereal. jarak antara guide scope dengan Led ini kurang lebih 4 meter.
5. Anti-backlash tidak perlu diset, karena lebih memberikan efek yang kurang bagus (jitter/jumping).

Dengan bekal kesuksesan secara indoor, saya mensetup sama persis tapi di luar rumah.
Dan seperti yang saya harapkan, autoguiding berfungsi sangat baik.
bintang dapat tertangkap dan dapat dengan mudah dipilih sebagai guide di Metaguide. proses kalibrasi mulus, dengan beberapa testing shot.

saya attach sample shot di seputaran konstelasi Scorpius, menggunakan ISO 200 dengan durasi selama 707 detik! (11 menit lebih nonstop)

kalaupun ingin ekspose lebih dari 11 menit sebenernya tidak masalah samasekali.... hanya saja berhubung ambient light dari langit jakarta yang tidak benar2 gelap, membuat akumulasi ekspose durasi yang lama menghasilkan gambar yang terang BGnya, sehingga waktunya saya cukupkan 11 menit saja.

Hal penting yang perlu diingat adalah, POLAR ALIGNMENT juga tetap harus dilakukan.