PDA

View Full Version : Orion: Cry for help



Hendra Muliana
22-11-2008, 02:39 PM
Salam perdana..

Penasaran banget saya, selama ini kepingin liat langsung dan motret M42 dengan warna-warninya. Terakhir kali diteropong (3 minggu lalu) Great Nebula Orion kok ‘cuma’ keliatan spt kapas abu-abu, kusam, gak ‘kinclong’ seperti foto-foto di web Prominence.. :confused: apa yang salah nih? Ternyata, menurut Mas Ahmad dan Mas Nugroho: “..visual M42 kalo diteropong ya memang kayak gitu itu mas..” wehehe.. gitu ya? maklum lah, baru mulai nih :D Belum lagi kendala cuaca akhir-akhir ini..harus sabar dan ulet juga mau liat DSO di musim hujan ya Om Scopedude?

…Setelah menunggu sekitar 3 minggu, cuaca disekitar bintaro menjelang tengah malam kemarin akhirnya lumayan cerah. Orion Sang Pemburu yang selama ini saya tunggu-tunggu tampak mentereng, mejeng di timur langit. Buru-buru saya setting teleskop di halaman rumah, pasang kamera di main focus, (deg2an saya, jangan sampe keduluan awan mendung lagi nih) klik.. klik..!!!

[Shot dari halaman rumah, Celestron Omni XLT 150 motorized CG-4 mount, Canon 30D (unmod) timed-shoot, ISO 1600 stacked 10+ x 8 secs. Post processing di DSS Live & Photoshop 7.0]

Hasilnya? Lumayan terekam sedikit warna-warna. Tapi kok masih belum ‘kinclong’ alias pas2an ya? Udah ditekan exposure dibawah 10 detik sesuai saran Mas Nugroho, masih juga star-trails nya mecotot.. mungking tripod alignment nya ya? (padahal udah set alignment pake Prism-Compass, Incline 6 derajat sekian menit, RA Motor track speed 4x.. bener gak sih pake tracking speed 4x?) Atau post processingnya? (DSS dulu apa PS dulu dengan hand-selection sih Mas?) Wah, apa aja yang salah nih Bapak-bapak? (banyak pastinya..:) Nyesel saya gak ikut workshop-nya Mas Nugroho kemarin malem. Oke, next-time saya coba lagi, post processingnya harus lebih sabar lagi ya..

Mohon masukan dan bekal senior2 sekalian. Terima kasih sebelumnya…

Clear Sky!
Hendra Muliana
_____________________________

Celestron Omni XLT150 w/ Motorized CG-4 Mount
Vizen R130sf w/ Porta Mount
Canon EOS 30D 28-200mm/75-300mm
Ednar 7x50 Binoc
Neximage
Orion shorty-plus 2x Barlow

scopedude
22-11-2008, 04:07 PM
Pak Hendra,

Congrats for the great first Orion!!!!

Polar alignmentnya tinggal dikoreksi sedikit aja, tinggal nambah 15 menit setup, tes dengan DSLR (jepret 20-30 det dan lihat kemana larinya bintang).

Canon 30D juga pada jamannya diakui sebagai DSLR terbaik untuk astrophoto. Penerusnya yang 40D juga highly regarded, dan sudah ada Live View, sehingga focusing makin gampang. Yang tidak kalah bagusnya, Canon EOS 450D. 12MP, Live View dan noisenya juga ternyata kecil sekali.

Tapi kalau gak mau pusing2 ngusir noise berlebih, pakai CCD camera macam Orion StarShoot Pro akan lebih nikmat, lantaran sudah ada thermo electric cooling turun 30 derajat C dari suhu luar. Noisenya sampai 5 menit aja minim banget.

Meminjam istilah Pak Ris, saya yang jadi teragitasi nih....:D

Clearskies,

Scopedude

scopedude
22-11-2008, 04:32 PM
Menjawab beberapa pertanyaan di atas;

yes, memang musim hujan jumlah malam yang bisa digunakan untuk pengamatan lebih sedikit, tapi sekalinya bersih benar2 bagus.

RA track speed 4x itu untuk mengoreksi, hanya terjadi bila kita menekan tombol panah penggerak sumbu RA dan DEC. Tracking speed yang continous nya tetap sidereal.

Untuk menimbulkan kabut kemerahan dari Orion, DSLR harus dimodifikasi seperti D70nya Mas Pur - dan tidak akan bisa digunakan secara baik untuk daylight photography karena white balance akan ngawur. Jadi DSLR tsb harus didedikasikan untuk AP.

Noise bisa di-reduce dengan merekam "Dark". Caranya sama dengan Lights (subs utama), hanya bedanya tutup teleskop dipasang, sehingga sensor cuma akan merekam noisenya sendiri. Pemetaan ini nanti digunakan oleh DSS untuk membuang noise di gambar utama. Ambil sebanyak mungkin, paling tidak sama jumlahnya dengan subs utama kita.

Mudah2an mencerahkan,

Scopedude

Hendra Muliana
22-11-2008, 04:46 PM
Terima kasih Pak Scopedude,

It's encouraging me, indeed. Saya akan praktikan saran-sarannya segera (sayang, langit disini udah gelap banget.. mudah2an cepet ketemu lagi clear nights macem kemaren ya) Canon 450D kemaren saya iseng cari di R*** Plaza, belum ketemu, banyaknya 1000D dll, kelas rebels lagi pada kosong katanya, mungkin harus ke pusat kota sana. Kalo ada sih pengen cari Canon 20Da yang udah astro-photo ready supaya gak report modifikasi lagi (cari dimana ya Pak?). Pikir-pikir juga, apa mending nabung untuk C*25 nya dulu aja ya... :D

Btw Pak, Orion StarShoot Pro itu bisa dipake untuk DSO dan Planetary imaging ya? Di Prominence ready gak Pak?.

Ini ada my very first lunar shoot pake Neximage, sepulang dari Prominance 2 minggu lalu langsung saya coba rekam bulan, di-printscreen dari Avi Player, jadi hasilnya kurang optimal...:o Kapan-kapan akan saya coba lagi, lebih serius.


Sukses untuk Keluarga Besar Prominence!
Hendra

scopedude
22-11-2008, 04:59 PM
StarShoot Pro lagi on the way Pak :) Pas ada yang pesan juga.

Nah, SS Pro ini untuk deep sky dan bisa juga untuk BUlan (kaya DSLR). Untuk planet tetap yang video-based kaya NexImage dan Imagin Source paling bagus. Maklum, planet butuh pembesaran tinggi.

Nah, 20Da, itu noisenya justru kalah bagus sama yang 30D dan 40D. Maklum, teknologi sensor berkembang cukup pesat.

Kalau ada foto2 BUlan dan Planet diposting lagi Pak di forum yang Solar System Imaging.

Thanks!

Scopedude

pnugroho
22-11-2008, 07:06 PM
sukses Mas Hendra!
kalo astrofotonya kayak gini sih pancen sudah ciamik!... :)
kemarin malem memang langit bersih...

menurut saya workflownya sudah bener... garap dulu di DSS, kemudian diolah di PS.

sepakat dengan om Scope, perlu sedikit adjustment saja pada polar alignmentnya.
metering kompas, dan setting pengaturan inklinasi bagi saya hanya untuk membantu posisi alignment agar seakurat mungkin. Tetapi pada kenyataannya, tetap saja fakta foto yang berbicara, apakah shot yang diperoleh selama durasi tertentu mengalami trailing atau tidak. Bila masih trailing, berarti masih perlu diadjust sedikiiit saja.

Beralih ke proses pengolahan.
Output dari DSS (autosave.tif) resolusinya 32bit, sehingga akan lebih baik bila proses histogram/level adjustment dilakukan secara 32bit pula, sehingga tonal warnanya masih cukup lebar.
setahu saya PS7 belum support untuk mengolah tif 32bit. PS CS3 sudah bisa.
Kalau belum ada, bisa menggunakan PixInsightLE (free download) yang juga sudah memiliki kemampuan ini.

Ada bagusnya juga menggunakan teknik HDR pada proses pengolahan, agar detail di daerah sektiar trapesiumnya dapat juga ditampilkan.

Sekedar sebagai bahan pembanding dalam hal luminance dan warnanya, biar ga penasaran antara with and without hotmirror.
Kebetulan saya juga sempet iseng moto lagi di rumah, setelah ngumpul2 kemarin. 9x10secs, tanpa flats & darks.
untuk luminance nggak berbeda antara foto mas hendra dengan punya saya.. detailnya sama2 terekam hingga tingkat tertentu.
hanya saja, bila tanpa hotmirror, komponen warna H-a terekam lebih banyak.

mantap mas Hendra....
keep shooting & uploading! :)

Hendra Muliana
22-11-2008, 09:38 PM
Terima kasih masukannya Mas Nugroho,

Ini dia, begitu itu saya maunya Mas, bisa bulet-bulet betul bintangnya.. Warnanya juga mateng bener.. Polar allignment ya? wah musti banyak praktek nih, OK, saya print aja reply2 treadnya untuk bahan praktek saya, mudah2an hasilnya menggembirakan ya.

Terus Mas, kalo teknik HDR itu seperti apa ya? (maaf, tadi malem saya kepaksa 'bolos' work shop Mas Nugroho :() kalau mau nebulositi nya merah marem begitu modif dimana kamera kita ya Mas? (Kalo gak salah, mencabut hot miror atau pasang chip Hue.. apa gitu namanya, lupa saya).

Untuk Om Scopedude, nanti saya pasti posting lagi solar system images nya di forum terkait, kalo "perangkat pendukung" dari Prominence sudah tiba di Bintaro..:D Amiien.. Mengenai 20Da, kalo gitu sementara saya pake kamera yang ada dulu aja, tinggal cari tempat modif supaya bisa ma'nyus rekam Ha nya..

Bapak2 semua, terima kasih banyak untuk pencerahannya.

Salam hangat!
Hendra

scopedude
22-11-2008, 10:31 PM
"Perangkat pendukungnya" udah gak sabar tuh :D

scopedude
22-11-2008, 10:50 PM
Semalam habis ngumpul2, saya juga sempat shot Orion dengan 5" f/5. Gak pede mau pamerin di sini, soalnya ini udah 20 sec x 10 dan 30 sec x 10 tapi merahnya gak ada. Pakai Pentax *ist DS (6MP). Kayanya mesti cobain Canon nih :rolleyes:

Dark subs belum diaplikasikan di DSS.

Tapi seru juga ternyata semalam saya gak sendirian jeprat jepret di tengah kegelapan malam.

Teleskop: Vixen R130Sf
Mount: GP2 + dual axis motor drive
Camera: Pentax*ist DS

Mau coba lagi begitu cerah malamnya.

Clearskies,

Scopedude

Hendra Muliana
23-11-2008, 01:34 PM
Hehe, tau aja, udah gak sabar nunggu 'pendukung' nih..:p

Btw, tadi malem jam berapa clear nya Mas? nyesel saya, terakhir nengok langit jam 7 malem mendung masih menggelayut.. jadi nongkrong depan komputer langsung tidur..

Mantap Orion nya Mas Scope, lagi2, bintang2nya bisa bulet gitu, ngiler saya..:mad: Mau coba Canon nya mongo lho, anytime, kabari aja Mas Scope.

Cheers,
Hendra

scopedude
23-11-2008, 07:04 PM
heheh maksudnya 'semalam' itu ya waktu Pak Hendra motret juga. Semalam awan sempat bersih sebentar sebelum tengah malam, tapi sebentar banget.

Hari Senin si "peralatan pendukung" akan mulai saya inspeksi dah ;)

Hendra Muliana
23-11-2008, 08:32 PM
Hehe.. Siap! sekalian mulai iseng dipikir2 yuk, gimana cara flocking nya ya..? (spt gini ini Bro..:http://www.rothritter.com/C11_Project/#Section_3)

Matur nuwun..
Hendra

scopedude
23-11-2008, 11:12 PM
Arrghh, no flocking please. SCT ada resikonya; flocking mengharuskan kita membuka corrector depan. Memang cukup membuka 4 baut di sekelilingnya - tapi corrector depan itu (lensa yang gede), harus balik ke posisi semula 100%. Itu makanya kenapa SCT lebih mahal dari MCT (maksutov), karena mustahil saya merakit sebuah SCT hanya dengan mengambil secara random cermin dan corrector depan dari setumpuk cermin dan corrector tsb. Masing2 harus dicocokkan satu dengan yang lain sehingga memperlama proses perakitan. Kira2 gitu. Itu beresiko banget.

Lagian, seperti saya anjurkan, beli dew shield yang ada flockingnya. SAya pesenin murah deh. Kalau pas ke toko akan saya tunjukkan yang punya C8 ato C5. Saya pakai C8 gak pernah problem.

Beda dengan newtonian, di mana visual back (focuser) menghadap ke dinding dalam tabung, yang terletak masih di sebelah depan dan rawan stray light.

Lagian itu *.25 (kaya kaliber aja jadinya) itu gambarnya ok banget kok. Dari 5" ke yang *.25 ini improvementnya gila2an udah. Coba aja hitung luas permukaan lingkaran 130mm vs 232 mm. Segitu persen juga perbedaan cahaya masuknya. Liat Orion M42 di 150x dijamin ato Saturn di 300x dijamin ngiler deh.

Ketimbang flocking, mending ganti visual back WO (kaya yang di 8" saya), 2" dielectric diagonal, pakai eyepiece SWAN 33mm (2" - 72 deg FOV), plus secangkir kopi. Lalu ganti dengan LVW 17mm, hmmm.... lalu UWAN 7mm.... ini puncak kenikmatannya :D

pnugroho
24-11-2008, 09:11 AM
wuihh.. SCT.... my dream.. :D
ga tau deh bisa punya kapan... *hiks*....

so pasti bakal kinyis kinyis hasilnya.

scopedude
24-11-2008, 10:13 AM
Kan ada si hitam klimis itu :p

pnugroho
24-11-2008, 02:55 PM
hehehe... iya mas,... tapi budget untuk astrofoto juga tipis klimis.... :)

Hendra Muliana
24-11-2008, 09:51 PM
Met malem rekan2.. Kalo WO FLT 98 CF vs Zenithstar 110 Triplet APO itu, secara teori hasil foto nya bagus mana ya?

Matur suwun..
Hendra

scopedude
25-11-2008, 06:38 AM
Ya pasti bagusan FLT-98 dong (triplet FPL-53 vs triplet FPL-51), Plus baffling nya FLT 98 lebih advanced. Perbedaan berat juga sedikit banyak membantu. Kalau lebih ringan pasti error juga lebih minim.