rissukarma
23-09-2008, 12:18 PM
Meskipun Orion sudah mulai merajai subuh beberapa minggu sebelumnya, tapi baru subuh minggu kemarin si pemburu itu nampak begitu terang dan perkasa. Alnilam, Alnitak dan Mintaka menghiasi sabuk pemburu dengan eksistensinya yang berbaris rapi tak terbantahkan. Orion nebula nampak samar-samar terlihat meskipun tanpa alat. Ini memang bukan langit Jakarta yang penuh polusi cahaya. Dengan bino segalanya menjadi lebih dramatis: taburan bintang sekitar nebula begitu mengagumkan dan mengesankan, keindahan yang tak bisa tergantikan dengan Stellarium sekalipun, karena semuanya kusaksikan langsung dengan mata kepalaku sendiri.
Kecemerlangan Sirius dalam eyepiece cuma bisa terkalahkan oleh cahaya rembulan yang sudah tidak lagi membulat. Aldebaran di rasi Taurus mengantarku ke Pleiades. Sayang, tujuh bersaudara nan cantik ini hanya terlihat samar-samar kena siraman sinar bulan setengah. Niat hati mengabadikan keindahan malam itu, hanya saja kemampuan astrofotografi masih terbatas, dan cuma mampu menyajikan sang pemburu samar-samar di balik pepohonan, beserta close-up Orion nebula yang jauh dari bagus. Kumandang adzan subuh menyadarkan aku untuk kembali melipat teleskopku dan peralatannya. Sampai jumpa, Orion, di subuh yang lain.
Kecemerlangan Sirius dalam eyepiece cuma bisa terkalahkan oleh cahaya rembulan yang sudah tidak lagi membulat. Aldebaran di rasi Taurus mengantarku ke Pleiades. Sayang, tujuh bersaudara nan cantik ini hanya terlihat samar-samar kena siraman sinar bulan setengah. Niat hati mengabadikan keindahan malam itu, hanya saja kemampuan astrofotografi masih terbatas, dan cuma mampu menyajikan sang pemburu samar-samar di balik pepohonan, beserta close-up Orion nebula yang jauh dari bagus. Kumandang adzan subuh menyadarkan aku untuk kembali melipat teleskopku dan peralatannya. Sampai jumpa, Orion, di subuh yang lain.