View Full Version : Flexure
pnugroho
04-06-2010, 07:59 PM
Malam kemarin langit cukup bersahabat dengan kondisinya yang lumayan bersih...
Waktu yang tepat untuk menjajal filter baru, Skyglow Imaging... setelah sebelumnya dolan-dolan ke Prominence :)
Cukup menarik melihat kurva spektrumnya. Bila dibandingkan dengan Skyglow Broadband, Skyglow Imaging melewatkan lebih banyak komponen warna, dengan memfiltrasi hanya komponen panjang gelombang yang merupakan signature dari sodium & mercury.
Dengan demikian, lama eksposure tidak terpaut jauh dengan kondisi tanpa menggunakan filter. Color cast-pun juga minim.
Peralatan diset, kalibrasi autoguiding dilakukan, target DSO ditentukan...
cari yang mudah saja untuk testing... M8 Lagoon.
Begitu proses guiding dilakukan, ada hal aneh yang saya alami kali ini.
Dari display view MetaGuide (software autoguding yang saya pakai), guide star termaintain dengan baik di posisi koordinat tertentu. Artinya, guiding berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.
Tapi, tidak demikian halnya pada hasil image yang diambil. Image yang diperoleh menunjukkan adanya drift.
Bisa dilihat pada attachment yang merupakan gabungan 8 foto sequensial.
saya sempat melontarkan issue ini ke forum autoguiding, dan mendapatkan jawaban bahwa yang saya alami adalah apa yang dinamakan dengan flexure.
Flexure terjadi bilamana ada salah satu atau lebih dari bagian autoguiding yang kita gunakan mengalami shifting akibat dari gravitasi bumi. bisa pada imaging OTA, guiding OTA, dan/ataupun komponen yang melekat padanya.
CMIIW.
Tampaknya ada bagian yang harus saya perkokoh untuk mengelimir flexure, sedemikian rupa sehingga imaging dan guide scope bergerak/tracking pada rate yang sama (baik untuk RA maupun DEC).
Solusi lain yang cukup banyak disarankan adalah menggunakan OAG (Off-Axis Guider). Sejenis adapter tube yang memungkinkan imaging scope juga digunakan sekaligus sebagai guiding scope.
Tampaknya yang cukup populer adalah kluaran Orion dan Meade.
Hmm... OAG... satu lagi gear yang masuk daftar wishlist... :)
Anyway untuk sementara ini sebelum punya OAG, akan dicoba dengan lebih memperkokoh mounting guidescope, lebih mengencangkan rings, memastikan kabel2 tidak ada yang terganjal/mengganjal, dll...
Tinggal menunggu langit malam yang bersih hadir kembali....
chandra
05-06-2010, 10:57 AM
wah.... makin canggih aja nih.
saya cuma bisa bantu kasih link bacaan perbandingan
oag dibanding guidescope.
mungkin pak Pur juga sudah baca:
http://www.cloudynights.com/item.php?item_id=1398
umumnya guidescope lebih disukai ya, karena berhubungan dengan
banyaknya pilihan guidestar dibanding oag, dimana pada oag bintang2
lebih redup sehingga dibutuhkan guidestar yang terang.
tapi yang tempo hari, foto M31 tampaknya bagus2 saja gitu ?
oh ya, pak Pur, skyglow imaging filternya itu yang macam mana ya ?
saya cari2 di web prominence kok tidak ketemu ?
terima kasih.
pnugroho
05-06-2010, 02:33 PM
benar mas Chandra...
baik guidescope terpisah maupun OAG masing-masing ada lebih/kurangnya....
saya sendiri sih memang lebih prefer guidescope terpisah...karena webcam yang saya pakai adalah webcam PC biasa... bukan versi modded.. tidak bisa long eksposure..jadi kurang sensitif.. kudu nyari guide star yang lebih terang dan belum tentu berada di field of view yang sama dengan target DSO (bila menggunakan OAG).
Tapi kalo penyakit flexure ini kambuh terus, apa gunanya main autoguiding...
mendingan nge-train mount saja seperti yang mas Chandra lakukan.. ya kan? :)
Sebenernya saya sedikit ragu apakah memang ini karena flexure atau tidak, mengingat imaging scope dan guide scope saya tidak tergolong yang besar dan berat. Makanya lagi ingin saya test lagi.
Kemungkinan lain dari penyebab problem ini adalah karena saya memilih guide star yang agak jauh dari target DSO... antara 30 hingga 50 derajat.. dimana atmospheric refraction mungkin memberikan pengaruh disini.
O iya, mengenai Skyglow Imaging filter, saya menggunakan yang versi 2".
barangnya seperti ini: http://www.savonoptics.com/main/product.asp/catalog_name/Astronomics/category_name/7KNU5BBG60WE8LQ67W7UG99532/product_id/ORSGIF2
Ternyata tersedia di Promience... kurang tahu apakah yang ukuran 1.25" juga ada.
Pancen kudu jalan2 ke Prominence kalo mau lihat barang baru.. soalnya yang di Web ga sering di update :)
scopedude
05-06-2010, 04:00 PM
emang biar pada mau mampir ke toko :p
chandra
06-06-2010, 11:29 AM
Kemungkinan lain dari penyebab problem ini adalah karena saya memilih guide star yang agak jauh dari target DSO... antara 30 hingga 50 derajat.. dimana atmospheric refraction mungkin memberikan pengaruh disini.
loh pak Pur, ini yang dimaksud apa ya ?
posisi DSO pada altitude 30- 50 derajat ?
atau ???
sudut antara guidestar dan dso target ?
iya pak Winston, ini juga lagi mau lihat hasil percobaan
skyglow imaging filternya pak Pur.
pnugroho
11-06-2010, 09:53 AM
Tadi malem sempet ujicoba lagi...walaupun terkadang awan masih sering sliweran menghalangi pandangan.
Hasilnya lebih ke arah menguatkan dugaan saya bahwa apa yang saya alami tampaknya bukan karena flexure tetapi karena pemilihan guide star yang jauh dari target DSO dan memiliki lintasan field rotation yang lebih kecil/pendek daripada target DSO.
gambarannya seperti ini:
Star yang posisinya terletak makin dekat dengan celestial pole, listasan field rotationnya akan terlihat lebih kecil/pendek daripada star yang posisinya lebih jauh dari celestial pole. ( lihat gambar A ; foto (C) 2006 Jerry L )
Sebagai contoh pada gambar A, target star adalah bintik merah, guide star adalah bintik hijau. Posisi guide star lebih dekat dengan celestial pole dibandingkan target star. Bisa dibandingkan panjang lintasannya (terlihat dari panjang trailnya).... berbeda kan.
Nah yang saya alami waktu ngetest shoot M8 Lagoon beberapa waktu lalu, saya menggunakan guide star yang lebih dekat dengan celestial pole.
sehingga perubahan posisi tidak terdeteksi secara presisi, apalagi ditambah dengan penggunaan guide lens yang hanya 50mm f/2.8, dengan imaging scope 1200mm.
gambar B & C menegaskan dugaan tsb:
- dicoba shoot lagi dengan menggunakan guide star yang lebih dekat dengan celestial pole daripada target star... hasilnya pada gambar B, durasi 979 detik (16 menit)... trailing!
- dicoba shoot dengan menggunakan target dan guide star yang sama... hasilnya pada gambar C, durasi 1511 detik (25 menit)... bisa dibilang cukup presisi, trailing tidak terlihat.
Jadi teringat saat dulu mengabadikan M31 Andromeda, saya menggunakan guide star di rasi phoenix yang notabene posisinya lebih jauh dari north celestial pole dibandingkan dengan posisi M31.
Dengan demikian, untuk autoguiding berarti sebaiknya menggunakan guidestar yang berada sangat dekat disekitar target DSO... or at least yang letaknya berada pada lintasan field rotation yang sama atau lebih besar.
dari sini memunculkan pemikiran iseng...
dengan asumsi polar alignment sudah dilakukan dengan baik,
bagaimana bila target DSO berada 30 derajat dari SOUTH celestial pole, tapi guide starnya menggunakan star yang letaknya 30 derajat dari NORTH celestial pole. Berarti panjang lintasan field rotationnya sama kan?
Apakah hasilnya juga bisa bagus, tanpa menghasilkan trailing ? :) hmmm...
Anyway, paparan diatas hanyalah analisa sebatas hasil percobaan dan tingkat pengetahuan yang saya yang masih dangkal di bidang astronomi. Jadi belum tentu benar :)
please CMIIW
chandra
11-06-2010, 09:17 PM
loh pak Pur, sudut antara target dso dengan guide star apa
boleh demikian besar ?
sebab kalau saya lihat2 setup guide scope yang di piggyback
dengan imaging scope umumnya adalah sejajar dan saya rasa
kedua scope (imaging dan guidescope) pasti mengarah pada
bagian yang sama dari langit.
demikian juga kalau kita lihat pada sistim oag malah
guidestar diambil dari fov imaging scope, jadi sudut antara
guide star thd target boleh dibilang mendekati 0 ??
chandra
11-06-2010, 09:24 PM
oh ya pak Pur, saya mau tanya,
untuk guiding ini, kabel yang menghubungkan laptop
dengan hand control dari cg5 menggunakan kabel apa ya ?
terima kasih.
pnugroho
12-06-2010, 01:00 AM
itulah yang ingin saya cari tahu mas...:)
apa alasan teknis guide star harus dekat dengan target object? apa alasan teknisnya guide scope dan imaging scope harus sejajar/mengarah ke bagian yang sama di langit?
Saya sampai sekarang merasa belum memperoleh penjelasan detail teknisnya dari beragam forum.
Apakah kaitannya dengan flexure, field rotation, dan atmospheric refraction...
OAG menjadi pilihan menarik karena menurut saya dapat mengeliminir 3 issue tsb.
namun dengan OAG, kliatannya mengharuskan kita menggunakan guide cam yang sensornya lebih sensitif... apalagi bila kita menggunakan scope dengan focal ratio di atas f/8. karena belum tentu guide star yang cukup terang bisa tertangkap oleh guide cam pada FOV yang sama.
Oleh karena itu saya melakukan percobaan iseng2 ini :D...
O ya, interkoneksi dari laptop ke hand control, saya menggunakan kabel USB to serial converter... keluaran BAFO... banyak dijual di toko asesoris komputer... kemudian saya rakit sendiri kabel koneksi serial DB9 ke nextstar hand control...
panduannya ini: http://www.nexstarsite.com/PCControl/RS232Cable.htm
Jadi koneksinya:
Laptop <--> USB to Serial DB9 adapter <--> kabel DB9 to RJ22 <--> NexStar handcontrol
Untuk drivernya, dibutuhkan ASCOM 5.5x & Celestron ASCOM driver 5.1x.
Freeware autoguidingnya sejauh yang saya sudah coba2, paling cocok buat saya adalah Metaguide.
Saya pake Macbook, jadi mesti install WindowsXP di Mac (via Bootcamp) juga karena software2 & driver diatas hanya ada versi Windows.
Ayo ber-autoguiding juga ya mas… biar nanti ada temen untuk berdiskusi…
chandra
12-06-2010, 10:57 PM
pak Pur, ini saya coba untuk memikirkan gambaran apa yang terjadi,
coba kita telaah kebenarannya, sebab saya sendiri
juga masih ragu2 apa benar demikian.
begini, ini saya ambil snapshoot dari planetarium:
http://img441.imageshack.us/img441/5082/polar001a.jpg
katakanlah polar axis dari mount misalign pada titik A,
ini penggambaran agak ekstrem, supaya drift yang terjadi
bisa teramati ya.
ini snapshoot area yang sama 1 jam kemudian:
http://img375.imageshack.us/img375/9035/polar002a.jpg
dari kedua gambar diatas, saya coba menggabungkannya.
menjadi seperti gambar dibawah ini
http://img9.imageshack.us/img9/4250/polar003a.jpg
katakanlah kita mau memfoto M92, dan guidestar yang kita ambil
adalah Tubhan, kita lihat sudut yang dibuat dari titik A (polar
axis dari mount) ketitik Thuban dan Thuban 1 jam kemudian,
tidak sama baik sudut maupun jarak yang ditempuh oleh posisi
awal dari M92 dan posisi M92 1 jam kemudian.
mungkin ini yang menyebabkan trailing yang tertangkap pada kamera.
karena sudut imaging scope dan guide scope fixed, maka track
dari imaging scope seharusnya juga mirip dengan track yang ditempuh oleh
guidescope, bukan begitu ?
jadi sepertinya track dari imaging scope adalah garis yang mengarah ke M13
pada gambar diatas ?
sedang jika guidestar yng diambil berada pada daerah sekitar target dso,
maka bisa dipahami drift yang terjadi akan sulit terdeteksi, karena
track dari imaging scope hampir mendekati sama dengan track dari guide scope, bukan begitu ?
CMIIW.
chandra
12-06-2010, 11:11 PM
oh ya kelupaan, ini saya ada menemukan link ini,
mungkin juga bisa menjelaskan apa yang terjadi.
http://www.cloudynights.com/ubbthreads/showflat.php/Cat/0/Number/3664434/page/0/view/collapsed/sb/5/o/all/fpart/1
pnugroho
13-06-2010, 12:41 AM
mas Chandra,
trims atas link yang diberikan, referensi yang sangat bagus.
Di link tersebut dipaparkan walaupun autoguiding sudah berjalan dengan baik, tetapi karena polar alignment yang tidak pas, akan mengakibatkan rotation, dengan pusatnya adalah guide star.
sementara yang terjadi dengan saya adalah guiding berjalan dengan baik, tetapi di imaging scope semua star terekam drifting (tapi tidak membentuk rotation dengan pusat di guide star - karena target obyek tidak berada di dekat guide star).
beralih ke snapshot yang dibuat mas Chandra,
Bila kita missalign PAnya dengan sumbu putar di titik A, jelas memang yang terjadi adalah seperti yang digambarkan di link cloudy night tsb dimana terekam seperti field rotation dengan pusatnya adalah guide star dengan asumsi target obyek juga masih dalam FOV yang sama.
Kembali ke case yang saya alami,
Dari snapshotnya mas Chandra saya beri tambahan informasi sudut yang dibentuk. Disitu bisa dilihat bahwa sudut yang dibentuk dalam kurun waktu 1 jam, baik Thuban maupun M92, besarnya sama persis. Hanya saja, karena M92 posisinya lebih jauh dari sumbu putar, memiliki lintasan yang lebih panjang.
Jadi, dengan guide star Thuban, dengan menggunakan guidescope focal length kecil, ketika posisi Thuban belum dianggep berubah, di lintasan M92 sebenarnya sudah berubah sedikit.. terekamlah sebagai trail (semua star di FOV terekam trailing, tidak ada yang menjadi pusatnya)...
Namun sebaliknya, bila kita gunakan M92 sebagai 'guide star' dan Thuban sebagai target objek, mestinya tidak masalah, karena perubahan posisi M92 bisa lebih tertangkap oleh guidecam karena kecepatannya lebih tinggi. (Dalam waktu yang sama membetuk sudut yang sama, tetapi lintasannya lebih panjang karena lebih jauh dari sumbu putar, sehingga M92 kecepatannya lebih tinggi.)
Bisa kita umpamakan dengan 2 orang yang berlari di suatu lintasan lari berbentuk lingkaran ....
si A posisinya berada di sisi dalam lintasan, si B posisinya di lintasan terluar.
bila star pada waktu yang sama, maka agar dapat finish dengan waktu yang sama, si B harus berlari dengan kecepatan lebih tinggi.
Nah untuk case Thuban-M92, ini, dugaan saya untuk mendapatkan hasil autoguiding yang bagus dalam mengabadikan M92, kita dapat menggunakan guidestar yang letaknya sangat dekat dengan M92, yang lintasannya sama, atau yang lintasannya lebih panjang, seperti Vega misalnya.
Tentunya dengan asumsi bahwa PA sudah dilakukan sebaik mungkin.
Apa yang dipaparkan mas Chandra menurut saya sangat logis, bahwa kemungkinan yang saya alami adalah akibat dari 2 hal:
- PA yang belum sempurna
DAN
- Pemilihan guide star yang jauh dari target obyek
Kombinasi 2 hal tsb diatas akan mengakibatkan image terekam trailing, walaupun autoguiding terlihat sempurna.
monggo bila ada pemikiran lain mas... sangat menarik untuk didiskusikan :)
chandra
13-06-2010, 12:23 PM
Jadi, dengan guide star Thuban, dengan menggunakan guidescope focal length kecil, ketika posisi Thuban belum dianggep berubah, di lintasan M92 sebenarnya sudah berubah sedikit.. terekamlah sebagai trail (semua star di FOV terekam trailing, tidak ada yang menjadi pusatnya)...
loh, sepertinya ini menjelaskan apa yang pak Pur alami ya ?
Namun sebaliknya, bila kita gunakan M92 sebagai 'guide star' dan Thuban sebagai target objek, mestinya tidak masalah, karena perubahan posisi M92 bisa lebih tertangkap oleh guidecam karena kecepatannya lebih tinggi. (Dalam waktu yang sama membetuk sudut yang sama, tetapi lintasannya lebih panjang karena lebih jauh dari sumbu putar, sehingga M92 kecepatannya lebih tinggi.)
perlu dicoba juga,
tapi kok saya pikir, ini juga akan mengalami hal sama pak.
sebab seperti yang terlihat pada gambar saya paling bawah,
sudut yang ditempuh dari titik A ( mount axis) ke M92 dan posisi
M92 1 jam kemudian, juga berbeda dengan sudut yang dibentuk oleh
titik A terhadap Thuban dan posisi Thuban 1 jam kemudian.
penggambaran misalign mount axis pada titik A ini, hanya
sekedar penggambaran kondisi esktrem loh pak, supaya perubahan sudut
bisa lebih mudah teramati.
dalam kenyataannya, mungkin saja misalgin tidak sedemikian ekstrem,
tapi karena untuk memperoleh mount axis yang sejajar 100 % terhadap polar axis
juga bukan perkara mudah, jadi kiranya patut diduga bahwa inilah
salah satu faktor yang mempengaruhi/penyebab.
kalau pak Pur baca2 postingan clownfish, ts dari link yang saya berikan,
dia berulang kali sangat mewanti2, jika ada trailed star, maka suspect yang
pertama2 kudu dicermati adalah polar alignment.
kembali lagi, dan karena kedua scope berotasi dengan sumbu mount axis,
sedangkan cakrawala berotasi pada polar axis,jadi jika mount axis sejajar dengan
polar axis, maka sudut yang dibentuk pada kurun waktu tertentu akan
sama besar, tapi jika mount axis tidak sejajar dengan polar axis,
maka untuk kurun waktu tertentu, posisi2 obyek langit akan membentuk
sudut yang berbeda pada masing2 axis, bukan begitu ?
oh ya, seingat saya, dari pengamatan pic setup scope dengan guiding, umumnya
untuk guide scope mereka menggunakan guide scope ring yang bentuk dan fungsinya
mirip dengan yang ada pada finder.
saya duga, guide scope ring ini tentunya berfungsi untuk menyetel guide scope agar
memiliki fov yang sama dengan imaging scope, sama seperti kalau
kita menyetel finder dari scope kita ya ?
dengan kata lain, guide scope axis harus = imaging scope axis harus = mount axis ??
tapi paling tidak, pak Pur sudah mengetahui bahwa guiding via hand controlnya berjalan
100 % loh, duh senangnya.
oh ya, saya juga bingung focal length dari guide scope, dari beberapa link, ada
yang menganjurkan minimum 1/3 fl imaging scope.
menurut pengalaman pak Pur, bagaimana ya ?
pnugroho
13-06-2010, 01:02 PM
benar mas Chandra...
di banyak forum menganjurkan agar FL guidescope setidaknya minimal 1/3 imaging scope.
Tapi banyak juga yang menganggap bahwa itu bukan hal yang mutlak, karena autoguiding software mostly menggunakan algoritma yang ciamik untuk perhitungan centroid guide star (saya kurang faham perhitungan/algoritmanya macam mana)
Yang penting saya bisa berikan contoh, saya menggunakan imaging scope 621mm plus 2x barlow, berarti total 1242mm... sementara guidescope/lens hanya menggunakan 50mm f/1.8. Hasilnya OK saja....
Dengan menggunakan 50mm juga memudahkan saya menemukan guide star karena FOVnya lebar. Aperture yang besar (f/1.8) juga sangat membantu PC webcam ecek2 yang saya gunakan untuk dapat menangkap cahaya guide star yang lemah, mengingat sensitifitas sensor CMOSnya yang rendah.
Mungkin ini bukan good practice...lebih banyak DIY (Do-It-Yourself)nya :)
Tapi disitulah funnya yang saya rasakan....sambil perlahan memperbaiki kekurangan2 yang ada...
Powered by vBulletin™ Version 4.0.5 Copyright © 2010 vBulletin Solutions, Inc. All rights reserved.